Referensi Grafkom

October 5, 2015 in Uncategorized

TUGAS DBMS

September 28, 2015 in Uncategorized

TUGAS Query menggunakan perintah SQL SELECT

sedot gan !! paling lambat dikumpul hari jumat gan

Paradigma Pengembangan Perangkat Lunak–RAD

September 7, 2015 in Uncategorized

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Pada postingan pertama kali di kampus widyatama yang saya banggakan ini, saya akan membahas tentang “Paradigma Pengembangan Software”. Sebelumnya, Apa itu Paradigma Pengembangan Software?

Software atau biasa kita dengar dengan Perangkat lunak itu adalah suatu benda yang tidak berwujud tetapi mempunyai kegunaan yang cukup besar terhadap Perangkat keras (Hardware) untuk menunjang atau memenuhi maksud tujuan tertentu. CONTOH : seorang progamer ingin memenuhi kebutuhan klien/bisnis tertentu maka ia berperan dalam membangun atau membuat kedua perangkat tersebut, dan berperan untuk menggunakan atau menerima hasilnya. Misalnya perangkat lunak personalia, perangkat lunak tersebut dijalankan pada suatu komputer (perangkat keras) untuk menangani masalah-masalah yang terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia sebuah perusahaan.

Perangkat lunak itu perlu adanya :

  1. pengawasan kualitas yang lebih baik pada proses pengembangan perangkat lunak
  2. menciptakan disiplin teknik perangkat lunak yang bertujuan menerapkan pendekatan sistematis yang tercantum dalam paradigma teknik hingga proses pengembangan perangkat lunak.

Sedangkan jika kita mengacu kepada standar IEEE Computer Society (2004), aktifitas dasar dalam pengembangan perangkat lunak secara umum adalah sebagai berikut :

2

Gambar: Aktifitas dasar dalam pengembangan perangkat lunak (Diadopsi dari: SWEBOK 2004)

Nah… Sedangkan Kata paradigma yang dimaksud dalam topik kali ini memiliki arti metodologi pengembangan perangkat lunak.

Paradigma Rancangan Perangkat Lunak memiliki beberapa Metode yaitu :

  1. Waterfall Model
  2. XP (Extreme Programming)
  3. Spiral model
  4. RAD (Rapid Application Development)

Dan pada kesempatan ini saya akan membahas salah satu paradigma di atas yaitu RAD (Rapid Application Development) point ke 4.

RAD (Rapid Application Development)

Sejarah RAD (Rapid Application Development)

RAD adalah istilah yang awalnya digunakan untuk menggambarkan suatu proses pengembangan software yang diperkenalkan oleh James Martin pada tahun 1991.  Metodologi  Martin  melibatkan  pengembangan  iteratif  dan  pembangunan prototipe. Baru-baru ini, istilah dan singkatan ini digunakan dalam arti lebih luas yang mencakup berbagai teknik yang ditujukan untuk mempercepat pengembangan aplikasi, seperti penggunaan kerangka kerja aplikasi web dan jenis lain dari kerangka kerja perangkat lunak. adapun pengembangan aplikasi cepat dari tahun ke tahun sebagai berikut :

  1. Pengembangan  aplikasi  cepat  merupakan tanggapan terhadap proses non- rapid yang dikembangkan pada 1970-an dan 1980-an, seperti Analisis dan Desain Sistem Terstruktur dan model Waterfall lainnya. Satu masalah dengan metodologi sebelumnya adalah bahwa aplikasi begitu lama untuk dibangun sehingga persyaratan telah berubah sebelum sistem itu selesai,
  2. Karya Boehm dan Gilb membuka jalan bagi perumusan metodologi yang disebut Rapid Prototyping Iteratif Produksi (RIPP) di DuPont di pertengahan ke­ akhir  1980­an.
  3. James  Martin  mengembangkan pendekatan Rapid Application Development  selama tahun 1980 di IBM dan sakhirnya diresmikan  dengan menerbitkan bukunya pada tahun 1991, Rapid Application Development.

RAD (Rapid Application Development) adalah salah satu alternatif dari System Development Life Cycle digunakan untuk mengatasi keterlambatan dalam proses development. Dalam proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD juga menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. adapun keunggulan metode ini menggabungkan teknik SDLC ,Prototyping teknik joint application development (JAD) dan computer aided software engineering (CASE Tools) yang bertujuan untuk membuat sistem dalam waktu singkat (kurang dari 6 bulan ).

“James  Martin,  dalam bukunya  menulis,  “Rapid  Application  Development (RAD)   merupakan pengembangan   siklus   yang   dirancang   untuk   memberikan pengembangan    jauh    lebih   cepat    dan    hasil    yang   berkualitas   lebih   tinggi dibandingkan   yang   dicapai   dengan   siklus  hidup  tradisional   (SHPS). Hal  ini dirancang untuk mengambil keuntungan maksimum dari pengembangan perangkat lunak yang cukup handal yang telah berevolusi baru-baru ini.”

RAD membutuhkan 4 unsur penting yaitu:

  1.  Management
     Khususnya manajemen puncak, hendaknya menjadi penguji coba (experimenter) yang suka  melakukan hal-hal dengan cara baru atau pengadaptasi awal (early adapter) yang dengan cepat  mempelajari bagaimana cara menggunakan metodologi-metodologi baru.
  2. Methodology
    Dasar-dasar metodologi RAD demikian meliputi:
    a. Menggabungkan teknik terbaik yang tersedia dan menentukan urutan tugas yang akan membuat orang-orang teknik yang paling efektif.
    b. Menggunakan prototipe yang pada akhirnya berubah menjadi produk akhir.
    c. Menggunakan lokakarya, bukannya wawancara, untuk mengumpulkan persyaratan.
    d. Memilih satu set CASE tools untuk mendukung pemodelan, prototyping, dan code generation.
  3. Tools
    Tools  dalam  RAD  terutama  terdiri  atas  bahasa-bahasa  generasi  keempat dan alat-alat rekayasa  peranti  lunak  dengan  bantuan  komputer  (computer-aided software engineering  –  CASE)  yang  memfasilitasi  prototyping  dan  penciptaan kode.CASE  tools menggunakan  komputer  untuk  membuat  dokumentasi  yang dapat berubah menjadi peranti lunak dan basis data operasional.
  4. People
    Dari pada hanya memanfaatkan satu tim untuk melakukan seluruh aktivitas SDLC, RAD menyadari adanya efesiensi yang dapat dicapai melalui penggunaan tim-tim khusus. Anggota dari tim ini adalah para ahli dalam metodologi dan alat yang dibutuhkan  untuk  melakukan  tugas-tugas  khusus  mereka  masing-masing. Martin menggunakan istilah tim SWAT, dimana SWAT merupakan singkatan dari “Skilled With Advanced Tools” (ahli dengan alat-alat canggih). Bagian  lain  dari People  yang  juga  memegang  peran  penting  termasuk : Sponsor, User Coordinator, Tim Perencanaan Persyaratan, Tim Perancangan Pengguna, User Review Board, Training Manager, Project  Manager, dan Pemimpin Workshop.

Gambaran Proses RAD itu sendiri seperti melibatkan user pada proses desain menyebabkan kebutuhan user dapat terpenuhi dengan baik dan secara otomatis kepuasan user sebagai pengguna sistem semakin meningkat.RAD melibatkan user dalam proses testing sehingga dapat memangkas proses development yang panjang untuk dapat deliver on schedule.  (Aditya: 2011).

Capture

 

Gambar Alur dan Proses RAD

Model RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu singkat yang dicapai dengan menerapkan :

  1. Component based construction (pemrograman berbasis komponen bukan prosedural).
  2. Penekanan pada penggunaan ulang (reuse) komponen perangkat lunak yang telah ada.
  3. Pembangkitan kode program otomaris/semi otomatis.
  4. Multiple team (banyak tim), tiap tim menyelesaikan satu tugas yang selevel tapi tidak sama. Banyaknya tim tergantung dari area dan kompleksitanya sistem yang dibangun.

RADModel

Gambar Model RAD

RAD pun mempunyai fase-fase yang terdapat pada RAD diantaranya :

  1. Bisnis Modeling –> Bisnis modeling memfokuskan pada pencarian informasi apa yang dibutuhkan proses bisnis, Informasi apa saja yang dihasilkan, siapa yang membuat informasi tersebut, Informasi itu dibutuhkan siapa saja dan siapa yang memproses informasi tersebut.
  2. Data Modeling–> Aliran informasi yang telah didefinisikan disempurnakan lagi menjadi kumpulan object data, yang dibutuhkan untuk mendukung sistem tersebut. Karakteristik (Atau atribut) masing-masing object diidentifikasi dan relasi antara object tersebut didefinisikan.
  3. Proses Modeling –> Object data yang telah didefinisikan ditransformasi untuk mendapatkan aliran informasi yang mungkin mengimplementasikan fungsi bisnis. Deskripsi proses dibuat untuk menambah, modifikasi, penghapusan, atau pencarian object data.
  4. Application Generation –> Pekerjaan proses RAD dilakukan dengan menggunakan kembali komponen program yang sudah ada (jika memungkinkan) atau membuat komponen yang bisa dipergunakan kembali (jika memungkinkan). Untuk itu, dibutuhkan (automated tool) untuk pembuatan software tersebut.
  5. Testing & Turnover –> Karena proses RAD mempergunakan kembali komponen yang sudah ada, maka beberapa komponen program telah teruji. Hal ini bisa mengurangi waktu pengujian secara keseluruhan, akan tetapi komponen harus tetap di uji.

model-pengembangan-rad

Gambar Testing & Turnover

Dari banyak paradigma yang diatas pasti ada kuntungan dan kerugian. Nah.. apasih keuntungan dan kerugian dari RAD itu sendiri…

Beberapa keuntungan dalam menggunakan metode RAD adalah sebagai berikut:

  1. Membeli sistem yang baru memungkinkan untuk lebih menghemat biaya ketimbang mengembangkan sendiri.
  2. Proses pengiriman menjadi lebih mudah, hal ini dikarenakan proses pembuatan lebih banyak menggunakan potongan-potongan script.
  3. Mudah untuk diamati karena menggunakan model prototype, sehingga user lebih mengerti akan sistem yang dikembangkan.
  4. Lebih fleksibel karena pengembang dapat melakukan proses desain ulang pada saat yang bersamaan.
  5. Bisa mengurangi penulisan kode yang kompleks karena menggunakan wizard.
  6. Keterlibatan user semakin meningkat karena merupakan bagian dari tim secara keseluruhan.
  7. Mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat-alat bantuan (CASE tools).
  8. Mempercepat waktu pengembangan sistem secara keseluruhan karena cenderung mengabaikan kualitas.
  9. Tampilan yang lebih standar dan nyaman dengan bantuan software-software pendukung.

Beberapa kerugian dalam menggunakan metode RAD adalah sebagai berikut :

  1. Dengan melakukan pembelian belum tentu bisa menghemat biaya dibandingkan dengan mengembangkan sendiri.
  2. Membutuhkan biaya tersendiri untuk membeli peralatan-peralatan penunjang seperti misalnya software dan hardware.
  3. Kesulitan melakukan pengukuran mengenai kemajuan proses.
  4. Kurang efisien karena apabila melakukan pengkodean dengan menggunakan tangan bisa lebih efisien.
  5. Ketelitian menjadi berkurang karena tidak menggunakan metode yang formal dalam melakukan pengkodean.
  6. Lebih banyak terjadi kesalahan apabila hanya mengutamakan kecepatan dibandingkan dengan biaya dan kualitas.
  7. Fasilitas-fasilitas banyak yang dikurangi karena terbatasnya waktu yang tersedia.
  8. Sistem sulit diaplikasikan di tempat yang lain.
  9. Fasilitas yang tidak perlu terkadang harus disertakan, karena menggunakan komponen yang sudah jadi, sehingga hal ini membuat biaya semakin meningkat.

Perbandingan Dengan Metode Tradisional

Sebagai gambaran umum, pengembangan aplikasi berarti mengembangkan aplikasi pemrograman yang bervariasi dari pemrograman umum dalam arti bahwa ia memiliki tingkat yang lebih tinggi dari kewajiban, termasuk untuk kebutuhan menangkap dan pengujian. Pada 1970an, RAD muncul sebagai respon mengerikan untuk proses non­tangkas,   seperti model Waterfall. Pengembang perangkat lunak  menghadapi masalah waktu dengan metodologi sebelumnya sebagai aplikasi begitu lama untuk membangun bahwa spesifikasi persyaratan diubah oleh sistem waktu itu selesai. Dengan demikian, metodologi tersebut sering mengakibatkan sistem tidak dapat digunakan.

Metodologi RAD adalah dalam jangkauan hampir semua orang sebagai generator kode, alat-alat visual seperti VB, Visual C + + dan CASE tool seperti Rational Rose didasarkan pada teknik RAD saja. Jika anda merancang aplikasi  dengan Rational Rose, kode dapat  secara otomatis dihasilkan dalam bahasa seperti C + +, VC + + atau VB. Sebagai contoh sederhana, jika Anda telah menggunakan alat alat seperti MS FrontPage maka itu kembali alat RAD.

Berikut ini gambar perbandingan antara metode RAD dengan metode Tradisional.

pengembangan-perangkat-lunak-metode-RAD

Gambar RAD dengan Metode Tradisional

Referensi :

PROPOSAL IMPLEMENTASI METODE RAD DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

http://fannynurrizky06.blogspot.com/

http://rapidapplicationdevelopmentrad.blogspot.com/

Selamat Menulis

September 7, 2015 in Uncategorized

Selamat Datang di Dunia Blog, dan selamat menulis…

Pengelola blog kembali mengingatkan akan peraturan pemakaian Blog Universitas Widyatama Bandung adalah sebagai berikut :

  1. Blog ini merupakan milik Universitas Widyatama termasuk didalamnya seluruh sub domain yang digunakan sehingga apa yang terdapat didalam blog ini secara umum akan mengikuti aturan dan kode etik yang ada di Universitas Widyatama Bandung.
  2. Blog ini dibuat dengan menggunakan aplikasi pihak ke tiga (WordPress), dan lisensi plugin plugin didalamnya terikat terhadap developer pembuat plugin tersebut.
  3. Blog ini dapat digunakan oleh Karyawan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung.
  4. Dilarang melakukan registrasi username atau site/subdomain blog dengan menggunakan kata yang tidak pantas.
  5. Dilarang memasukkan konten dengan unsur SARA, pornografi, pelecehan terhadap seseorang ataupun sebuah institusi.
  6. Dilarang menggunakan blog ini untuk melakukan transaksi elektronik dan pemasangan iklan.
  7. Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan embed video atau gambar di bandingkan dengan melakukan upload secara langsung pada server.
  8. Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan sanksi penutupan blog dan atau sanksi yang berlaku pada aturan Universitas Widyatama sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  9. Administrator berhak melakukan pembekuan account tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika dianggap ada hal hal yang melanggar peraturan.
  10. Aturan yang ada dapat berubah sewaktu waktu.

Beberapa Link terkait Universitas Widyatama

  1. Fakultas Ekonomi – http://ekonomi.widyatama.ac.id
  2. Fakultas Bisnis & Manajemen – http://manajemen.widyatama.ac.id
  3. Fakultas Teknik – http://teknik.widyatama.ac.id
  4. Fakultas Desain Komunikasi Visual – http://dkv.widyatama.ac.id
  5. Fakultas Bahasa – http://bahasa.widyatama.ac.id

Layanan Digital Universitas Widyatama

  1. Biro Akademik – http://akademik.widyatama.ac.id
  2. Rooster Kuliah – http://rooster.widyatama.ac.id
  3. Portal Mahasiswa – http://mhs.widyatama.ac.id
  4. Portal Dosen – http://dosen.widyatama.ac.id
  5. Digital Library – http://dlib.widyatama.ac.id
  6. eLearning Portal – http://learn.widyatama.ac.id
  7. Dspace Repository – http://repository.widyatama.ac.id
  8. Blog Civitas UTama – http://blog.widyatama.ac.id
  9. Email – http://email.widyatama.ac.id
  10. Penerimaan Mahasiswa Baru – http://pmb.widyatama.ac.id/online

Partner UTama

  1. Putra International College – http://www.iputra.edu.my
  2. Troy University – http://www.troy.edu
  3. Aix Marsielle Universite – http://www.univ-amu.fr
  4. IAU – http://www.iau-aiu.net/content/institutions#Indonesia
  5. TUV – http://www.certipedia.com/quality_marks/9105018530?locale=en
  6. Microsoft – https://mspartner.microsoft.com/en/id/Pages/index.aspx
  7. Cisco – http://www.cisco.com/web/ID/index.html
  8. SAP – http://www.sap.com/asia/index.epx
  9. SEAAIR – http://www.seaair.au.edu

Academic Research Publication

  1. Microsoft Academic  –  http://academic.research.microsoft.com/Organization/19057/universitas-widyatama?query=universitas%20widyatama
  2. Google Scholar – http://scholar.google.com/scholar?hl=en&q=Universitas+Widyatama&btnG=

Info Web Rangking

  1. Webometric – http://www.webometrics.info/en/detalles/widyatama.ac.id
  2. 4ICU – http://www.4icu.org/reviews/10219.html
Skip to toolbar